Yarham Ust Rahmat Abdullah, Memang Seperti Itulah Dakwah (Mudah & Payah)

Jumat, Oktober 30, 2015 Yusuf Basayev 1 Comments

Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

1 komentar:

Jazakallahu

Kita Udah Berteman Sejak Dahulu, Bro..

Selasa, Oktober 27, 2015 Yusuf Basayev 0 Comments


Kita (Ruh kita) pasti sejak dahulu sudah saling mengenal, cuman kita aja yang udah lupa kali ya. Yang penting sekarang kita akrab bro, bro,.
Cuman sayangnya, zaman ini kok rasanya kita sibuk sekali, apa karena pertambahan usia kita? Ingat-ingat di masa dahulu, ukhuwah itu adalah sesuatu yang terasa indah, dan sederhana. Mau ketemu ya tinggal ketemu. Mau ngumpul ya tinggal ngumpul. Walau ga janjian sekalipun. Kadang ada saatnya gw menoleh ke kiri, ke kanan, atau ke belakang. Dan sadar kalau ternyata teman-teman yang dahulu sering barengan seakan hilang satu persatu.

0 komentar:

Jazakallahu

Takut Setan Apa Demen Setan?

Senin, Oktober 19, 2015 Yusuf Basayev 0 Comments

Kamu-kamu yang masih takut sama setan, tolong mikir dong,

Kenapa sih bisa takut dan meyakini tentang seramnya setan itu, dan takut diganggu, takut celaka, takut ngeliat, trus takut-takut-takut-takut, kenapa sih takut kepada makhluk yang lebih hina dari manusia?

0 komentar:

Jazakallahu

Curhat sama Siapa?

Sabtu, Juni 27, 2015 Yusuf Basayev 0 Comments

Tidak semua orang sanggup menanggung beban curhat. Salah sedikit, tidak amanah sedikit, sejengkal atau sedepa, lepas lah aib kemana-mana, menjadi fitnah dan membuat malu diri sendiri,

Batu yang telah dilempar, bagaimana tangan hendak balik menangkap?

Jangan sembarang curhat, sebelum ke Allah dulu. Tunduk sujud kepadaNya, sambil membaca QS 2 : 153.

"Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, Allah bersama orang-orang yang sabar." 

Mungkin nnti Allah akan kirimkan orang yang punya ilmu tentang masalah kita.

Kata Aa' Gym, orang yang bersikap benar, dia bukan menangisi masalah yang menimpa, tetapi dia menangisi dosa-dosa. Karena yakinnya dia bahwa Allah Maha Mengatur Segala.

0 komentar:

Jazakallahu

Pantang Seorang Budiman Melawan Suara Keyakinannya

Rabu, Juni 24, 2015 Yusuf Basayev 0 Comments

Sebuah Petikan Tulisan Buya Hamka dalam Karyanya, 'Lembaga Hidup'

Menghargai diri ialah membela dan menyatakan kebenaran, berfikir menurut keyakinan sendiri, dan berkata menurut apa yang dipercayai benarnya.

Kadang-kadang timbul beberapa sebab yang memaksa seseorang terhalang mengatakan apa yang diyakininya, atau mengatakan apa yang diketahuinya. Padahal dia tahu bahwa duduk perkara bukanlah sebagaimana yang kelihatan,

0 komentar:

Jazakallahu

Lirik Nasyid Hijjaz : Munajat Seorang Hamba

Minggu, Juni 07, 2015 Yusuf Basayev 0 Comments

Memang betul, apabila Tuan hendak berkata saya cenderung kepada  Grup Nasyid Hijjaz, sebab grup ini membawa pesan kepada hati melalui liriknya. Ini lirik selanjutnya yang hendak saya share dengan Tuan-Tuan, semoga bermanfaat.

0 komentar:

Jazakallahu

Kisah Buya Hamka bersama Seorang Kaya

Sabtu, Juni 06, 2015 Yusuf Basayev 0 Comments

Dalam sebuah lembaran kisah hidupnya, Buya Hamka pernah menceritakan suatu masa ketika beliau berperjalanan naik kereta (mobil) bersama suatu orang kaya. Kereta terus berjalan hingga melewati daerah persawahan.

Lalu di tepi sawah, dan mereka pun berhenti di situ, mereka melihat seorang lelaki yang baru saja beristirahat setelah lama bekerja di sawah. Saat itu tiba istrinya dari kampung dengan membawa makanan. Ketika lelaki tersebut beristirahat dari mengerjakan sawah, istrinya menghidangkan kepadanya makanan yang tidaklah seberapa.

Hamka dan seorang yang kaya melihat dari kejauhan. Mereka melihat lelaki yang baru tadi bekerja berat di sawah, lelaki itu makan dengan begitu lezat sekali. Barangkali karena ia telah penat bekerja. Orang kaya yang bersama Hamka ini kemudian berkata kepada beliau, "Buya, saya orangnya ada mobil besar, saya ada gedung besar, tapi saya ga pernah makan seenak itu".

Berkatalah Buya Hamka, "Lihatlah, bagaimana Allah membahagi-bahagikan nikmat-Nya".

 ~ ~ ~

Tuan-Tuan Sahabat, semua orang sangka kalau ada orang punya rumah besar, ada makanan yang sedap, tentulah hidup dia bahagia dan tenang. Padahal belum tentu. 

Memang sudah tentulah kita akan berbahagia bila kita mempunyai rumah besar, kendaraan mewah, kita beriman, kita tenang, tentu itu adalah nikmat yang berlipat-lipat ganda. 

Tetapi kisah ini mungkin tunjukkan kita agar janganlah salah sangka dengan menganggap bahwa jika Allah tidak memberikan kurnia rezeki kepada seseorang hamba, berarti Allah tidak memberikan sakinah, ketenangan, dan kebahagiaan kepada dirinya.

Sebab sesungguhnya hakikat dari kebahagiaan disebut pula sakinah dan ketenangan itu adalah, "Bila jiwa manusia resah, dan Allah menurunkan sakinah, Allah menurunkan ketenangan, selepas dari kegelisahan tersebut, maka itulah sebenarnya kebahagiaan".

Selepas dari keadaan yang menakutkan, ataupun keadaan yang menyebabkan orang berkeluh kesah, Allah selalu turunkan kepadanya nikmat ketenangan. Sebab dalam Al-Quran Allah menjanjikan bahwa sesudah kesulitan ada kemudahan. فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا.

Lelaki yang beristirahat dari pekerjaannya mengolah sawah. Walaupun belum tentu ia mengeluh mengerjakan kesukaran hidupnya, tapi bekerja keras itu adalah termasuk dari keadaan yang berat bagi dirinya. Dan saat Allah kirimkan nikmat melalui makanan yang menunya tiada seberapa, maka lihatlah Tuan, sayapun pernah merasakan nikmatnya makan selepas melalui hal yang berat.

Tuan, kita tidak tahu apa itu lapang ketika kita tidak mengenal sempit, pun begitu sebaliknya.

Barakallahum

0 komentar:

Jazakallahu

Kita Bukanlah Maryam atau Rasul

Jumat, Juni 05, 2015 Yusuf Basayev 0 Comments

Tuan-Tuan Sahabat blogger yang saya cintai kerana Allah dan semoga Allah pula cinta kepada kita, izinlah saya untuk mengajak kita kembali bersyukur kepada-Nya, sebab hingga hari ini wajah kita terasa masih mulia di hadapan makhluk-makhluk-Nya. Belum ada sesiapapun orang yang meludahkan ke muka atau menabur pasir ke atas kepala kita sebab Allah masih berkenan untuk menutup aib kita.

Pada malam ini Allah yang Rahim telah tunjukkan kepada saya sebuah ayat yang sangat ajaib, yang saya yakin dapat menjadi pelipur lara bagi sesiapa yang tengah menyesal mengenangkan masa-masa yang telah berlalu dalam keadaan berbuat rugi. Segala pujilah hanya milik Allah Swt.

Tuan-Tuan Sahabat, di dunia ini amat ramai orang yang merasa dirinya berdosa sehingga gelisah hidupnya setidak-tidak sekali dalam seumur hidup. Saya juga adalah termasuk kepada golongan ini yang bahkan hingga hari ini kerap juga berbuat salah dan dosa. Kemudian Allah tunjukkan kepada saya 2 buah ayat dalam Al-Quran surat Al-Ahzab : 72-73 ;

33:72


33:73


(72) ~ Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh,

(73) ~ sehingga Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik, laki-laki dan perempuan; dan Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Tuan, seketika saat saya membaca perkataan Allah dalam ayat ini, kedua mata saya terhenti pada bagian "Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh," pada kemudian fikiran saya mengingat istilah yang digunakan bagi manusia adalah 'insan', yang ertinya tempatnya salah dan lupa'. Memang benarlah manusia ini makhluk Allah yang sangat berpotensi membuat salah dan dosa, selalu ada error dalam setiap trial, sehingga tidak aneh bila di awal ketika Allah mengumumkan kepada para malaikat akan mencipta makhluk baru bernama 'Adam', para malaikat bertanya dengan heran "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan mensucikan nama-Mu?" (Al-Baqarah : 30)

Maka dengan lapang hati saya menerimalah kenyataan ini. Hanya angan-angan yang akan tersisa bagi sesiapa yang bermimpi untuk hidup sebagai manusia sempurna, sebab amat cenderunglah insan dengan dosa. Putuslah asa saat tangan tiada berdaya memeluk gunung, sebab tangan tak sampai. Akan sampai hari saat dosa-dosa menjadi benihnya siksa di dunia dan akhirat sana.

Tapi Tuan, bukan tabiat yang baik buat berputus asa, dan bila membaca keterusan dari ayat ke-73. Setelah Allah Swt menyatakan akan menyiksa orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, akan menyiksa orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan, sesungguhnya "Allah akan menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang". Merenungkan hakikat ayat ini seolah-olah diri saya akan meneriakkan sumpah "Pujilah Dia sebanyak-banyaknya dan sembahlah Dia sekuat-kuatnya", sebab ada kelegaan dan kegembiraan yang sangat mengisi hati.

Tuan-Tuan Sahabat, Dialah Allah, yang Ghafur yang Rahim, yang telah memberikan islam sebagai tuntunan jalan bagi kita yang sangat zalim dan sangat bodoh ini untuk kembali kepada keampunan dan kasih sayang-Nya. Padahal betapa hinanyalah diri kita ini. Tetapi dalam islam tidak pernah diletakkan perantaraan antara manusia dengan Tuhan. Kapan-kapanpun, siapapun insan itu, dimanapun dia berada, bangsa apa dia, keturunan apa dia, siapa Mamak dan Bapaknya, siapa saja Datuk dan Neneknya, jika dia ingin berhubungan dengan Allah Swt, atau kembali kepada Allah, maka tiada apapun baginya penghalang.

Beritahu kepada hamba-hambaKu, katakanlah, 'wahai hamba-hamba Allah!', yang mana mereka itu kecewa terhadap diri mereka, dosa dia banyak, dia *frust (tertekan). Dia merasa ketika dia berjumpa dengan orang, maka orang akan berkata "Engkau, Tuhan tidak mengampun dosa orang seperti engkau ini". Berjumpa dengan orang lagi "Tuhan tidak mengampunkan engkau ini". Allah mengatakan 'Beritahu hamba-hambaku yang mereka telah kecewa dengan diri mereka, jangan mereka putus asa dengan rahmat Allah, jangan mereka kecewa dengan rahmat Allah, Allah mengampunkan segala dosa. Nabi berkata 'Siapa yang mengatakan 'kumpulkanlah orang ramai, jahanamlah perempuan ini, semua perbuatannya dosa, jahanamlah dia", Nabi berkata "Dialah orang yang paling binasa, sebab dia tidak memberikan nilai rahmat Allah kepada orang". (Disadur dari perkataan dalam ceramah Dr. Maza)

Tuan, untuk menutup tulisan ini, saya ingin kita ingatlah sebuah hadits, saat Nabi tercinta Saw bersabda "Siapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan tutup aib dirinya di dunia dan akhirat". Muslim yang dimaksud adalah juga dirinya sendiri, aib dirinya sendiri. Allah telah menyuruh kita untuk menutup aib kemudian mohon ampun dan memperbaiki diri kita dalam bila-bila masa saja, dalam setiap waktu yang masih tersedia. Allah tidak menyuruh kita untuk membuat pengakuan atas dosa-dosa, untuk menceritakan tentang segala keaiban. Tidak Tuan, Allah Menyuruh kita untuk menutup.

Tuan, Istighfar kepada Allah, minta ampun kepada Allah adalah jalan yang mulia yang Allah beri kepada kita yang sangat zalim dan sangat jahil. Seberapa macampun hinanya kita, buruknya kita, Allah yang Rahim dan Rahman tetap memasang perantara, tetapi kita boleh datang langsung ke hadapan Allah, mengetuk pintu taubat dengan bersungguh-sungguh.

Tuan, pintu keampunan Allah, Dia bukakan lebar-lebar. Dia bukakan lebar-lebar pada waktu malam untuk ampunkan hambanya yang berbuat dosa di waktu siang, wusi annahar. Dia bukakan lebar-lebar pada waktu siang untuk ampunkan hambanya yang berbuat dosa pada waktu malam, wusi allail. Kita hanya harus mengetuk Tuan, berupaya kembali memohon ampun.

Seluas-luas pintu di dalam ajaran islam ialah pintu taubat. Allah menyatakan wahai hambaKu, jika dosamu itu sampai ke langit, banyaknya daripada bumi sampai ke langit, kemudian engkau beristighfar, engkau mohon keampunan daripadaKu, Aku ampunkan engkau, Aku tidak peduli. HambaKu ini tahu dia ada Tuhan yang boleh ampunkan dosanya, dan boleh ambil tindakan terhadapnya. Aku ampunkan dosanya. 

Kemudian dia duduk beberapa lama, dia betul-betul taubat, bukan bermain-main. Macam mana dia boleh tergelincir lagi. Selepas tergelincir, Hadits Qudsi menyebutkan, hamba Allah ini berkata, "Ya Rabb, aku telah berbuat dosa lagi. Ampunlah daku. Allah berkata dalam hadits tersebut, "Hambaku tahu bahwa baginya ada Tuhan yang boleh mengampunkan dosa, dan boleh mengambil tindakan terhadap dosa. Selagi mana dia ikhlas, dia tak berniat untuk tipu, dia memang hendak bertaubat betul betul, dia tergelincir, Tuhan kata, sesungguhnya hambaku itu bukan apa, dia tahu baginya Tuhan yang mengampunkan dosa. ~~> di sadur dari perkataan Dr. Maza

Demikianlah Tuan, dan video ini menurut saya sangat berharga untuk kita tonton.

0 komentar:

Jazakallahu

7 Ciri - Ciri Wanita yang Sudah Tidak Perawan

Selasa, Juni 02, 2015 Yusuf Basayev 0 Comments

7 CIRI-CIRI WANITA YANG SUDAH TIDAK PERAWAN

1. DI LIHAT DARI CARA BERJALANNYA
Wanita yang sudah tidak perawan akan terlihat kalau dia sudah
tidak perawan lagi saat wanita itu berjalan sambil
menggendong anaknya apalagi menggendong (maaf) sambil
menyusui, itu sudah jelas kalau wanita itu SUDAH TIDAK
PERAWAN LAGI.

2. SELALU MENGHINDAR SAAT ADA COWOK YG MENAKSIR
Bisa di bedakan mana yang perawan, mana yang tidak
perawan. Seorang wanita akan terlihat sudah tidak perawan lagi
saat kita para cowok menyatakan cinta pada seorang
wanita, tapi suaminya datang sambil bawa golok dan marah-
marah sama itu cowok. Itu sudah di pastikan kalau wanita itu
SUDAH TIDAK PERAWAN LAGI..!!!! INGAT.. JANGAN CARI
PERKARA......

3. DI LIHAT DARI BENTUK TUBUHNYA
Bentuk tubuh seorang wanita juga bisa menentukan kalau di
masih perawan atau tidak. Jika perutnya terlihat
mendadak buncit dalam beberapa bulan dan Badannya bertambah melar, itusudah jelas sekali bisa dipastikan kalau wanita itu sudah
tidak perawan lagi.

4. DI LIHAT DARI LEHERNYA
kalau yang satu ini, kita harus teliti memperhatikan leher wanita
sebelum di jadikan istri. Siapa tau wanita itu sudah tidak perawan lagi. jika terdapat tonjolan pada leher bagian depan wanita
itu, berarti wanita itu tidak perawan karna bisa di
pastikan dia bukan PERAWAN tapi PERJAKA

6. DI LIHAT DARI DADANYA
Dada seorang wanita sangat menentukan kalau dia masih
perawan atau tidak. Dan di butuhkan nyali besar untuk
melakukannya.
Jika dada kita pegang rata dan terasa agak keras juga
berbulu. itu tandanya dia juga buka perawan tapi PERJAKA...

7. DI LIHAT DARI NAMANYA.
Kalau ada seorang wanita yang bernama Gadis, maka cepat
nikahi wanita itu. Rugi banget kalau sampe di duluin orang. Kan
enak tuh kalau kita nanti sudah tua, istri kita nanti tetap GADIS.
Sobat Cowok Jangan sekali2 menikahi seorang Wanita yang
Bernama BAMBANG .. UCOK .. Atau SLAMET ... pasti tidak
Perawan ...

Sekian 7 tanda wanita yang sudah tidak perawan sesuai wawasan penulis, lebih dan kurang mohon dimaklumi.

0 komentar:

Jazakallahu

Lirik Nasyid Hijjaz ; Sebelum Mataku Terlena

Minggu, Mei 31, 2015 Yusuf Basayev 0 Comments

Berikut adalah lirik nasyid yang terasa memberi kesan kepada hati . Terima kasih Hijjaz. Semoga Allah redha. Barakallahum

_________________________________________________________________________________

Sebelum mata terlena
Di buaian malam gelita
Tafakurku di pembaringan
Mengenangkan nasib diri

Yang kerdil lemah yang bersalut dosa
Mampukah ku mengharungi titian sirat nanti
Membawa dosa yang menggunung tinggi
Terkapai ku mencari limpahan hidayah Mu

Agar terlerai kesangsian hati ini
Sekadar air mata tak mampu membasuhi dosa ini

Sebelum mata terlena
Dengarlah rintihan hati ini
Tuhan beratnya dosa ku
Tak daya ku pikul sendiri

Hanyalah rahmat dan kasih sayang Mu
Yang dapat meringankan hulurkan maghfirah Mu
Andainya esok bukan milik ku lagi
Dan mata pun ku tak pasti akan terbuka lagi

Sebnelum berangkat ke daerah sana
Lepaskan beban ini
Yang mencengkam jiwa dan raga ku

Selimut diri ku
Dengan sutra kasih sayang Mu
Agar lena nanti ku mimpikan
Syurga yang indah abadi

Pabila ku terjaga
Dapat lagi ku rasai
Betapa harumnya
Wangian syurga firdausi oh Ilahi

Disepertiga malam
Sujud ku menghambakan diri
Akan ku teruskan pengabdian ku pada Mu.

0 komentar:

Jazakallahu

Bilakah Kita Berhenti Mengiri dan Mengeluh

Jumat, Mei 29, 2015 Yusuf Basayev 2 Comments

Tuan-Tuan, terkadang dalam hidup ini diri kita sering mengeluh, atau sekedar iri saat melihat orang lain yang terasa lebih berhasil daripada diri, atau merasa sedih saat melihat teman beroleh hal yang lebih yang tak didapat oleh diri kita.

"Itu hal yang wajar, naluriah, dan manusiawi terutama di zaman sekarang ini. Zaman mayoritas orang-orang senang mengupdate cerita hidupnya melalui bbm, facebook, twitter, dan aplikasi lain, sementara sebagian yang lain sibuk menstalker kemajuan kehidupan yang dikiranya diperoleh oleh temannya tersebut. Hal ini terjadi secara searah maupun dua arah/timbal balik, sesuai berputarnya roda kehidupan", begitu sebagian orang berpendapat.

Kemudian penulis mengamati bahwa fenomena ini telah menimbulkan adanya kecemburuan-kecemburuan sosial, merasa kurang sebab tidak mengalami atau mendapat hal menyenangkan seperti teman yang distalk-nya. Menjadi berharap "Kapan dan bilalah aku dapat seperti dia", padahal orang yang dianggapnya beruntung tersebut mungkin berharap serupa kepada orang lain juga, bahkan bisa jadi kepada dirinya.

Tuan-Tuan, manusia memang cenderung berharap dan menginginkan kepada apa yang tidak ada di dirinya, dan saya yakin tuan-tuan pun telah paham akan hal ini. Yang hendak saya sampaikan di dalam tulisan ini adalah sebuah perkataan daripada Buya Hamka, "Yang sudah ada inilah harapan kita".

Ada seorang pemuda yang terbiasa dengan nikmat kaki, memang tidak ada pemuda normal yang mengharapkan nikmat kaki. Kemudian suatu hari pemuda ini mendapat celaka atau cobaan dari Allah Swt, sehingga patah kakinya. Telah tercerabut nikmat tersebut dari dirinya, atau telah berkurang nikmat itu dari dirinya, kini kakinya telah sakit.

Pemuda ini seringkalilah berkata, "Ya Allah, bagilah kaki aku kembali, sembuhkanlah kaki aku seperti semula". padahal sebelum nikmat ini Allah ambil, tiada pernah pemuda ini berkata begitu. Tuan-Tuan, inilah makna yang amat dalam daripada perkataan Rahimamullah Buya Hamka yang singkat tadi,

"Yang sudah ada inilah harapan kita"

Bilakah kita berhenti mengiri dan mengeluh, Tuan-Tuan?

~ Seringkali syukur itu lebih tinggi maqamnya daripada bersabar (Dr. Maza)

2 komentar:

Jazakallahu

Harga Diri Beragama

Senin, Maret 30, 2015 Yusuf Basayev 0 Comments

oleh: Shalih Hasyim

SUDAH menjadi adat antar bangsa jika ada pelarian politik (minta suaka politik) kepada suatu negara, maka negara itu tidak boleh menyerahkannya kepada negara yang menuntutnya. Sebab, pelarian politik tidak identik dengan orang jahat seperti koruptor.

Beberapa tokoh politik di negara-negara jiran, pernah meminta suaka kepada Kerajaan Saudi Ibnu Sa’ud saat itu. Menurut undang-undang antar bangsa, orang yang minta suaka politik tidak boleh diserahkan. Tetapi, bagi Ibnu Sa’ud ada yang lebih tinggi dari peraturan produk manusia, yaitu undang-undang yang inhern dengan fitrah manusia, ghirah (cemburu) beragama.

Bagi Bangsa Arab, betapa hinanya kalau muru’ah (harga diri) dilanggar. Namanya akan jatuh, karena memperoleh sanksi sosial (hukum tidak tertulis) dari komunitas Arab. Seorang yang meminta keselamatan, akan dilindungi sekalipun harus mengorbankan nyawa.

Dalam sejarah Iraq, pernah tercatat kisah Perdana Menteri Al Kailani, yang dikenal tokoh pro Jerman. Semasa ia menjadi Perdana Menteri, Kailani telah memproklamirkan perang kepada Inggris. Padahal bantuan Jerman yang diharapkannya tidak kunjung datang. Kesudahannya, Inggris menghancurkan Iraq dibawah kepemimpinannya. Bandara Habbaniyah diduduki. Al Kailani kalah dan melarikan diri.

Secara rahasia, dia datang ke Riyadh dan meminta suaka pada Ibnu Saud. Sa’ud tidak menolak. Bagi Saud, menolak orang yang meminta jaminan adalah kehinaan. Sekalipun, berkali-kali utusan Iraq datang ke Riyadh untuk mendesak agar Al Kailani diserahkan.
 
Kasus serupa pernah juga terjadi di Suriah. Rezim Adib Syisyakli yang tidak didukung rakyat berakhir dengan kemenangan lawan politiknya, Hasyim Al Attasi. Adib Syisyakli terpaksa melarikan diri sebelum 12 peluru di tubuhnya dikeluarkan. Dia meminta perlindungan kepada Riyadh. Setelah Ibnu Sa’ud mangkat, digantikan oleh putranya, Sa’ud, ia tetap teguh memegang tradisi ghirah (harga diri dan kebanggan) yang lebih kuat pengaruhnya dari masa ke masa.

Sultan Pasya Atrasyi, seorang pemimpin Suriah yang terkenal sebagai panglima laskar pembela Islam memberontak kekuasaan Prancis tahun 1925. Awalnya, ia setia kepada pemerintah penjajah. Ia tidak bisa berbuat banyak ketika Prancis menduduki tanah airnya. Tetapi, tahun 1925 ia mengambil sikap sebagai pemimpin pemberontak.

Pada suatu hari seorang pemimpin yang ekstrim dikejar-kejar penjajah Prancis, namanya Idham Khan Jar. Pada saat pencarian, sampailah ia di Jabal Druzz, kediaman Sultan Atrasyi untuk minta perlindungan. Sayangnya, Sultan tidak di rumah. Hanya ada para khadam (pembantu) dan keluarganya. Tapi tentara Prancis tetap mengepung dan menangkap. Esoknya, Sultan gemetar mendengar kisah penghinaan harga diri itu. Baginya, sungguh malu seorang tamu ditangkap di rumah tuan rumah.

Sultan akhirnya mengirim surat permohonan kepada Prancis supaya tawanan itu dikembalikan. Sayangnya, suratnya hanya dibalas ejekan. Sultan akhirnya menulis surat selebaran kepada seluruh pengikutnya. Baginya, rasa malu menyerahkan tamu kepada penjajah tak bisa ditebus kecuali dengan nyawa.

Ia memulai selebaran dengan pepatah Arab, “An Naaru Al ‘Aaru” (api mesiu lebih baik daripada menanggung malu). Maka barangsiapa di antara para pengikutku yang masih memahami arti hidup, ghirah, muru’ah, malu, silakan bergabung bersama, memberontak penjajah Prancis. Yang takut mati, tidak memiliki rasa cemburu (dayus), silakan hidup terus dengan berselimutkan kehinaan. Kehinaan identik dengan kematian, sekalipun secara fisik terlihat gagah. Dalam hitungan menit, berkumpullah beratus-ratus pahlawan lengkap dengan senjata.

Pemberontakan hebat akhirnya terjadi terhadap Prancis. Itulah pemberontakan paling seru dalam sejarah bangsa Arab setelah Perang Dunia I. Prancis mempertontonkan keganasan dan kekejaman tiada tara terhadap penduduk. Kota Damaskus sendiri dihujani dengan bom.

Karena kekuatan tak seimbang, Sultan akhirnya kalah. Namun baginya, kekalahan tidak menjadi masalah dibanding rasa malu dan kehormatan. Setelah tidak ada perlawanan lagi, Sultan akhirnya mengundurkan diri ke padang pasir. Sampai tahun 1936, keluar pengampunan massal dari Prancis. Saat itu pula pemimpin-pemimpin yang dalam pengasingan muncul kembali di bumi Suriah.
Wanita, Ghirah dan Agama

Ghirah dan muruah bukan saja milik umat Islam. Tetapi milik semua bangsa dan agama. Biasanya, ghirah dan harga diri dikenal berkaitan dengan cinta dan wanita. Namun ada juga yang berkaitan dengan agama. Jika adik perempuan kita atau istri kita diganggu orang, lalu kita berbalik melawan, berarti dalam diri kita masih ada ghirah. Tetapi membiarkan orang lain meniduri istri kita, menunjukkan bahwa kita sudah kehilangan pegangan dan tuntunan agama.

Dalam catatan sejarah, disamping penjajah merampas hasil rempah-rempah kita, juga mengusung program misionarisasi. Program yang selalu diangkat oleh penasehat pemerintah Belanda Snouck Hurgronje atau dikenal dengan nama Abdul Ghafur Al-Holandi adalah menciptakan tasykik (keraguan), tasybih (salah paham) dan taghrib (pembaratan) terhadap Islam.

Dalam kitab “Tajul Muluk” (mahkota para Sultan), sebelum Indonesia berdiri, pendahulu kita telah mewariskan kepada bumi pertiwi ini kultur bernegara (civic culture), persatuan, sosial kontrol dan spirit jihad. Warisan terakhir inilah yang mengantarkan rakyat Indonesia berhasil mengusir penjajah. Kata Bung Tomo, tak ada ruh tanpa ada suara takbir. Ia, bahkan mungkin kehilangan inspirasi untuk menggerakkan arek-arek Suroboyo berjihad dengan bambu runcing untuk melawan penjajah.

Akhir-akhir ini Barat dengan berbagai cara yang canggih berupaya menghilangkan ghirah umat Islam melalui; makanan, pakaian, hiburan, olah raga dan pemikiran. Sehingga sekalipun banyak umat Islam yang memakai atribut Islam, tetapi pikiran dan jiwa Islam telah mulai terkubur. Apa yang kita pikir dan apa yang kita kerjakan adalah sekedar tiruan-tiruan mereka.

Pada zaman klasik, sekalipun secara fisik penjajah mengeruk kekayaan alam kita, tetapi mereka berfikir seribu kali untuk memasuki wilayah-wilayah keagamaan yang sangat personal. Sekarang, berfikir bebas, melecehkan al-Qur’an, menghina Nabi, menafsirkan seenaknya ayat-ayat, menuduh para ulama salaf dan menghina ulama, seolah menjadi kebanggan kaum akademis. Tak perlu jauh-jauh orang asing atau orientalis. Bahkan itu dilakukan orang-orang yang mengaku cendekiawan Muslim sendiri.

Jika agama dilecehkan, kemudian kita diam seribu bahasa, pasif, dan tidak bereaksi, berarti alamat ghirah dan muruah dalam diri seseorang sudah hilang. Hidup yang kehilangan ghirah dan muruah, sama dengan kematian.

Tanpa ghirah, beragama menjadi kosong, kering, tidak berefek pada perubahan pola pikir dan kepribadian. Dan jika ghirah telah hilang, indikator kita menyediakan diri untuk dijajah. Seharusnya dengan ghirah dan muruah, kita tidak mungkin bisa terkalahkan. Karena kening kita hanya bersedia ditundukkan kepada Zat Yang Maha Perkasa.*

Penulis kelumnis hidayatullah.com, tinggal di Kudus, Jawa Tengah

0 komentar:

Jazakallahu

Apa yang Mau Kita Sombongkan?

Selasa, Maret 10, 2015 Yusuf Basayev 0 Comments

By : Ust. Salim A. Fillah


1) Apa yang mau kita sombongkan; jika Imam An Nawawi menulis Syarah Shahih Muslim yang tebal itu sedang beliau tak punya Kitab Shahih Muslim?

2) Beliau menulisnya berdasar hafalan atas Kitab Shahih Muslim yang diperoleh dari Gurunya; lengkap dengan sanad inti & sanad tambahannya.

3) Sanad inti maksudnya; perawi antara Imam Muslim sampai RasuluLlah. Sanad tambahan yakni; mata-rantai dari An Nawawi hingga Imam Muslim.

4) Jadi bayangkan; ketika menulis penjabarannya, An Nawawi menghafal 7000-an hadits sekaligus sanadnya dari beliau ke Imam Muslim sekira 9-13 tingkat Gurunya; ditambah hafal sanad inti sekira 4-7 tingkat Rawi.

5) Yang menakjubkan lagi; penjabaran itu disertai perbandingan dengan hadits dari Kitab lain (yang jelas dari hafalan sebab beliau tak mendapati naskahnya), penjelasan kata maupun maksud dengan atsar sahabat, Tabi'in, & 'Ulama; munasabatnya dengan Ayat & Tafsir, istinbath hukum yang diturunkan darinya; dan banyak hal lain lagi.

7) Hari ini kita menepuk dada; dengan karya yang hanya pantas jadi ganjal meja beliau, dengan kesulitan telaah yang tak ada seujung kukunya.

8) Hari ini kita jumawa; dengan alat menulis yang megah, dengan rujukan yang garing, & tak malu sedikit-sedikit bertanya pada Syaikh Google.

9) Kita baru menyebut 1 karya dari seorang 'Alim saja sudah bagai langit & bumi rasanya. Bagaimana dengan kesemua karyanya yang hingga umur kita tuntaspun takkan habis dibaca?

10) Bagaimana kita mengerti kepayahan pada zaman mendapat 1 hadits harus berjalan berbulan-bulan?

11) Bagaimana kita mencerna; bahwa dari nyaris 1.000.000 hadits yang dikumpulkan & dihafal seumur hidup; Al Bukhari memilih 6000-an saja?

12) Atas ratusan ribu hadits yang digugurkan Al Bukhari; tidakkah kita renungi; mungkin semua ucap & tulisan kita jauh lebih layak dibuang?

13) Kita baru melihat 1 sisi saja bagaimana mereka berkarya; belum terhayati bahwa mereka juga bermandi darah & berhias luka di medan jihad.

14) Mereka kadang harus berhadapan dengan penguasa zhalim & siksaan pedihnya, si jahil yang dengki & gangguan kejinya. Betapa menyesakkan.

15) Kita mengeluh listrik mati atau data terhapus; Imam Asy Syafi'i tersenyum kala difitnah, dibelenggu, & dipaksa berjalan Shan'a-Baghdad.

16) Kita menyedihkan laptop yang ngadat & deadline yang gawat; punggung Imam Ahmad berbilur dipukuli pagi & petang hanya karena 1 kalimat.

17) Kita berduka atas gagal terbitnya karya; Imam Al Mawardi berjuang menyembunyikan tulisan hingga menjelang ajal agar terhindar dari puja.

18) Mari kembali pada An Nawawi & tak usah bicara tentang Majmu'-nya yang dahsyat & Riyadhush Shalihin-nya yang permata; mari perhatikan karya tipisnya; Al Arba'in. Betapa barakah; disyarah berratus, dihafal berribu, dikaji berjuta manusia & tetap menakjubkan susunannya.

19) Maka tiap kali kita bangga dengan "best seller", "nomor satu", "juara", "dahsyat", & "terhebat"; liriklah kitab kecil itu. Lirik saja.

20) Agar kita tahu; bahwa kita belum apa-apa, belum ke mana-mana, & bukan siapa-siapa. Lalu belajar, berkarya, bersahaja.

~ Fatabarakallahu

0 komentar:

Jazakallahu

Ketika Kisah Hidupmu Berakhir

Selasa, Februari 24, 2015 Yusuf Basayev 0 Comments

Tulisan ini adalah dari Syekh Ali Tanthawi min Mesir, diterjemahkan oleh Ust Ainul Harits.
Demikianlah bunyinya ;

"Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu. Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu, dan mengkafanimu, lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.

akan banyak orang yang mengantarkan jenazahmu. Bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu. Dan mungkin banyak yang sudah tidak lagi memikirkan nasihatmu pada suatu hari. Barang-barangmu akan dikemas, kunci-kuncimu, buku-bukumu, koper, sepatu, dan pakaianmu. Jika keluargamu setuju, barang-barang itu akan disedekahkan agar bermanfaat untukmu.

Yakinlah, dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dengan kepergianmu. Ekonomi akan terus berlangsung, posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain. Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yang dihisab dan diperhitungkan dari yang kecil hingga yang besar dari hartamu.

Kesedihan atasmu ada tiga, orang yang mengenalmu sekilas akan mengatakan kasihan. Teman-temanmu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari, lalu mereka akan kembali seperti sedia akal dan tertawa-tawa bersama. Di rumah ada kesedihan yang mendalam. Keluargamu akan bersedih seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan, atau bahkan hingga setahun. Selanjutnya mereka akan meletakkanmu di dalam arsip kenangan. Demikianlah kisahmu hidupmu telah berakhir di tengah-tengah manusia.

Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, yaitu akhirat. Telah musnah segala kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak. Telah engkau tinggalkan rumah, istanamu dan istri tercinta. Kini kisah hidup yang sesungguhnya telah dimulai. Pertanyaannya adalah apa persiapanmu untuk kuburmu dan akhiratmu?

Hakikat ini memerlukan perenungan yang mendalam. Usahakanlah dengan sungguh-sungguh menjalankan kewajiban, hal-hal yang disunnahkan, sedekah rahasia, merahasiakan amal shalih, dan shalat malam. Semoga saja engkau selamat.

Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini, insyaAllah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari kiamat. "Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin."

Fatabarakallahu ahsanul khalikin.

0 komentar:

Jazakallahu

Sebenarnya Manusia Punya Banyak potensi Luar Biasa

Jumat, Februari 20, 2015 Yusuf Basayev 0 Comments

Allah menjadikan manusia sebagai ciptaan yang unik. Allah telah merahmati manusia dengan karakteristik dan fitur yang baik sehingga manusia melampaui ciptaan lainnya.

0 komentar:

Jazakallahu

Profil Dajjal

Jumat, Februari 06, 2015 Yusuf Basayev 0 Comments

Bukankah sekarang telah akhir zaman? Sehingga kita harus update tentang tanda-tanda dan apa yang akan terjadi pada akhir zaman ini, 'supaya badan boleh selamat' di dunia dan akhirat.

Berikut ini adalah Profil Dajjal sesuai dengan Hadits Rasulullah Saw yang saya kutip dari Kitab Shahih Muslim dan diriwayatkan dari An-Nuwwas bin Sam'an r.a., bahwa Beliau (Rasulullah Saw) berkata,

"Dajjal adalah pemuda yang berambut keriting, matanya buta (yang kanan), aku cenderung menyerupakannya dengan Abdul 'Uzza bin Qathan. Barang siapa di antara kalian menjumpainya maka bacakan kepadanya permulaan surat Al-Kahfi. Sesungguhnya Dajjal akan muncul di tempat sepi antara Syam dan Iraq. Lalu dia merusak ke kanan dan kiri. Wahai hamba-hamba Allah, teguhkanlah pendirian kalian!"

Kami bertanya, Ya Rasulullah, berapa lama Dajjal menetap di bumi?" Beliau menjawab, "40 hari, sehari bagai setahun, sehari bagai sebulan, sehari bagai sepekan, sedangkan hari-hari selebihnya seperti hari-hari kalian sekarang."

Kami bertanya, "Ya Rasulullah, pada saat satu hari seperti setahun itu, cukupkah kami shalat seperti shalat kami sekarang ini?" Beliau menjawab, "Tidak, tetapi perhitungkanlah sepantasnya."

Kami bertanya, "Ya Rasulllah, bagaimana kecepatan Dajjal di bumi?" Beliau menjawab, "Bagai awan ditiup angin. Dia akan mendatangi suatu kaum lalu dia mengajak mereka untuk beriman kepadanya, sehingga mereka pun beriman kepadanya dan menuruti perintahnya. Dia perintahkan langit maka hujan pun turun dan dia perintahkan bumi maka tanaman pun tumbuh, sehingga ternak mereka pulang ke kandang pada petang hari dengan lebih besar, lebih gemuk, dan lebih deras air susunya karena banyak sekali rerumputan."

"Kemudian Dajjal mendatangi kaum yang lain lalu dia menyeru kepada mereka untuk beriman kepadanya, tetapi mereka menolak ajakannya. Dajjal pun menyingkir dari mereka, tetapi keesokan harinya negeri mereka menjadi tandus dan harta mereka habis semuanya."

"Lalu Dajjal melewati suatu negeri yang hancur, kemudian Dajjal mengatakan, "Keluarkanlah harta simpananmu!" Maka simpanan negeri itu keluar mengikuti Dajjal bagai pimpinan lebah yang diikuti oleh anak buahnya. Kemudian Dajjal memanggil seorang pemuda, lalu dipenggalnya dengan pedang, sehingga tubuh pemuda itu terbelah menjadi dua dan belahannya terlempar sejauh lemparan anak panah. Setelah itu tubuh tersebut dipanggilnya kembali, lalu tubuh itu hidup lagi dan datang menghadap dengan wajah berseri-seri sambil tertawa."

"Ketika Dajjal sedang berbuat kerusakan seperti itu, Allah Azza wa Jalla mengutus Isa Al-Masih bin Maryam, lalu Isa bin Maryam turun di dekat menara putih di sebelah timur Damaskus dengan mengenakan pakaian dua warna sambil meletakkan dua telapak tangannya  pada sayap dua malaikat."
...............


>>Hadits ini masih tersambung cukup panjang dan akan penulis sampaikan pada lain waktu.

0 komentar:

Jazakallahu

Rekaman Pertunjukan Kungfu China yang Mengagumkan

Jumat, Februari 06, 2015 Yusuf Basayev 0 Comments

Mengagumkan, itu adalah kata yang tepat bagi pertunjukan kungfu china pada video kali ini. Formasi dan tata gerakan mereka amat teratur sehingga membuat saya teringat kepada ayat Allah tentang Malaikat yang turun bershaf-shaf saat perang Badar.

Silahkan anda saksikan pertunjukan tersebut di bawah ini.


0 komentar:

Jazakallahu

Rekaman Langsung Tabrakan Beruntun Mobil vs Truk

Selasa, Februari 03, 2015 Yusuf Basayev 0 Comments

Innalillahi wa innailaihi raji'un.

Berikut ini adalah rekaman langsung kejadian tabrakan beruntun mobil vs truk. Bahkan perekam video ini juga tak bisa mengelak sehingga ikut menabrak pengendara mobil di depannya yang ceroboh.

Check it up


0 komentar:

Jazakallahu

Harus Mulai Belajar Memanah

Senin, Februari 02, 2015 Yusuf Basayev 0 Comments

Banyak yang berkomentar saat saya belajar atau latihan memanah. Begitu melihat saya tengah membidik saran dan akan melepaskan anak panah ke sasaran tembak, komentar-komentar dari orang yang melihat dan menonton itu datang.

"Wuii, Kak Yusuf manah, mau jadi Arjuna ya?".

"Ha ha ha, Manah, Arjuna, Arjuna!".

Tanpa disengaja hati saya menjadi sedikit panas. Bukan panas karena dikomentari dan disamakan dengan Arjuna yang aslinya adalah tokoh khayalan tersebut, tetapi karena yang berkomentar adalah adik-adik saya yang latar belakang agamanya itu islam, mereka muslim.

Kok hari ini yang mengolok-olok memanah itu adalah orang islam, kok bisa ya?. Bahkan disamakannya dengan tokoh khayalan, yang Arjuna itu. Bagaimana mereka lupa dengan tokoh-tokoh muslim yang hidup di zaman Rasulullah dan masa kejayaan islam terdahulu amat banyak diantara mereka yang jago memanah. Bahkan mungkin hampir mereka seluruhnya mahir memanah.

Nama yang paling terkenal adalah Sa'ad bin Abi Waqash, pemanah andalan Rasulullah Saw, Paman kebanggaan Beliau, sehingga Rasulullah Saw pernah mempertaruhkan nama kedua orang tuanya untuk satu tembakan decisive Sa'ad dalam sebuah peperangan yang pasti akan kena. Pasukan pemanah juga adalah pasukan yang sangat elit karena kemampuan mereka amat dihargai. Bahkan pada perang Uhud, pasukan yang menjadi kunci kemenangan atau kekalahan adalah pasukan pemanahnya, walaupun pasukan tersebut bersiaga di belakang barisan, di atas bukit Uhud.

Imam Ahmad meriwayatkan,

"Setiap hari Uqbah bin Amir Al Juhani keluar dan berlatih memanah, kemudian ia meminta Abdullah bin Zaid agar mengikutinya namun sepertinya ia nyaris bosan. Maka Uqbah berkata, “Maukah kamu aku kabarkan sebuah hadits yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” Ia menjawab, “Mau.” Uqbah berkata, “Saya telah mendengar beliau bersabda:

يُدْخِلُ بِالسَّهْمِ الْوَاحِدِ ثَلَاثَةَ نَفَرٍ الْجَنَّةَ صَاحِبَهُ الَّذِي يَحْتَسِبُ
فِي صَنْعَتِهِ الْخَيْرَ وَالَّذِي يُجَهِّزُ بِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
وَالَّذِي يَرْمِي بِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَقَالَ ارْمُوا وَارْكَبُوا
وَإِنْ تَرْمُوا خَيْرٌ مِنْ أَنْ تَرْكَبُوا

“Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla akan memasukkan tiga orang ke dalam surga lantaran satu anak panah; orang yang saat membuatnya mengharapkan kebaikan, orang yang menyiapkannya di jalan Allah serta orang yang memanahkannya di jalan Allah.” Beliau bersabda: “Berlatihlah memanah dan berkuda. Dan jika kalian memilih memanah maka hal itu lebih baik daripada berkuda.” (AHMAD – 16699)

Dan Imam  Muslim juga meriwayatkan :

Kelak negeri-negeri akan ditaklukkan untuk kalian, dan Allah mencukupkan itu semua atas kalian, maka janganlah salah seorang diantara kalian merasa malas untuk memainkan panahnya” (HR. Muslim 1918)

Kemudian Khalifah mulia Umar bin Khattab juga pernah berujar "Ajari anakmua tiga hal, berkuda, memanah, dan berenang".

Dan bila ditelusuri, akan masih banyak lagi hadits tentang utamanya berlatih memanah. Sehingga sudah saatnya kita ubah mindset kita tentang permainan mulia ini.

Di bawah ini adalah video seorang non muslim yang amat lihai memanah, sebagai bukti bahwa dia sangat menghargai olahraga ini. silahkan ditonton. :)




0 komentar:

Jazakallahu

Hadits tentang Adzan

Sabtu, Januari 31, 2015 Yusuf Basayev 0 Comments

Hadits yang Pertama

Diriwayatkan dari anas bin Malik r.a., ia berkata, "Rasulullah Saw pernah menyerang musuh ketika terbit fajar dan beliau menunggu-nunggu suara adzan. Kalau beliau telah mendengar adzan, beliau berhenti menyerang dan kalau tidak terdengar, maka beliau terus menyerang. Kemudian beliau mendengar seorang laki-laki mengucapkan, "Allahu akbar, Allahu akbar (Allah Maha Besar, Allah Maha Besar)". Maka Beliau mengatakan, "Kamu kembali pada kesucian diri". Kemudian laki-laki itu mengucapkan, "Asyhadu alla ilaaha illallahu, Asyhadu alla ilaaha illallahu (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah)". Maka Beliau mengatakan, "Kamu keluar dari neraka". Lalu para shabat menengok laki-laki itu, ternyata dia adalah salah seorang penggembala kambing (yang hendak shalat sendirian)".   ~ HR. Muslim

Hadits yang Kedua

Diriwayatkan dari Isa bin Talhah, ia berkata, 'Saya pernah berada di sisi Mu'awiyah bin Abu Sufyan r.a., lalu ia didatangi oleh seorang muadzin yang mengajaknya shalat, maka Mu'awiyah mengatakan, 'Saya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, "Para muadzin itu berleher paling panjang (yakni paling tampan) nanti pada hari kiamat"''.

0 komentar:

Jazakallahu

Hadits Tentang Memakai Cincin Bagi Pria

Sabtu, Januari 31, 2015 Yusuf Basayev 0 Comments














Update Hadits Rasulullah Saw, dari kitab Shahih Muslim.

Hadits pertama, Nomor Hadits 1376.

Diriwayatkan dari Anas r.a. bahwa Nabi Saw ingin berkirim surat kepada Kisra (Raja Persia), Kaisar Romawi, dan Raja Najasyi. Beliau diberitahu bahwa raja-raja tersebut tidak mau menerima surat kecuali dengan stempel cincin. Maka Rasulullah Saw membuat cincin yang lingkarannya terbentuk dari perak dengan bertuliskan "Muhammad Rasulullah".

HR. Muslim


Hadits kedua, Nomor Hadits 1377.

Diriwayatkan dari anas bin Malik r.a. bahwa Rasulullah Saw pernah memakai cincin perak di jari tangan kanan beliau, dengan mata akik Habasyah. Dan beliau memakainya dengan meletakkan mata cincin di bagian dalam jari pada telapak tangan.

HR. Muslim


Hadits ketiga, Nomor Hadits 1379.

Diriwayatkan dari Ali r.a. dia berkata, Rasulullah Saw melarangku bercincin di jari ini atau ini". Ali sambil menunjuk jari tengah dan jari sebelahnya (yakni telunjuk).

HR. Muslim

0 komentar:

Jazakallahu