Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Yarham Ust Rahmat Abdullah, Memang Seperti Itulah Dakwah (Mudah & Payah)

Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Kita Udah Berteman Sejak Dahulu, Bro..


Kita (Ruh kita) pasti sejak dahulu sudah saling mengenal, cuman kita aja yang udah lupa kali ya. Yang penting sekarang kita akrab bro, bro,.
Cuman sayangnya, zaman ini kok rasanya kita sibuk sekali, apa karena pertambahan usia kita? Ingat-ingat di masa dahulu, ukhuwah itu adalah sesuatu yang terasa indah, dan sederhana. Mau ketemu ya tinggal ketemu. Mau ngumpul ya tinggal ngumpul. Walau ga janjian sekalipun. Kadang ada saatnya gw menoleh ke kiri, ke kanan, atau ke belakang. Dan sadar kalau ternyata teman-teman yang dahulu sering barengan seakan hilang satu persatu.

Takut Setan Apa Demen Setan?

Kamu-kamu yang masih takut sama setan, tolong mikir dong,

Kenapa sih bisa takut dan meyakini tentang seramnya setan itu, dan takut diganggu, takut celaka, takut ngeliat, trus takut-takut-takut-takut, kenapa sih takut kepada makhluk yang lebih hina dari manusia?

Curhat sama Siapa?

Tidak semua orang sanggup menanggung beban curhat. Salah sedikit, tidak amanah sedikit, sejengkal atau sedepa, lepas lah aib kemana-mana, menjadi fitnah dan membuat malu diri sendiri,

Batu yang telah dilempar, bagaimana tangan hendak balik menangkap?

Jangan sembarang curhat, sebelum ke Allah dulu. Tunduk sujud kepadaNya, sambil membaca QS 2 : 153.

"Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, Allah bersama orang-orang yang sabar." 

Mungkin nnti Allah akan kirimkan orang yang punya ilmu tentang masalah kita.

Kata Aa' Gym, orang yang bersikap benar, dia bukan menangisi masalah yang menimpa, tetapi dia menangisi dosa-dosa. Karena yakinnya dia bahwa Allah Maha Mengatur Segala.

Kisah Buya Hamka bersama Seorang Kaya

Dalam sebuah lembaran kisah hidupnya, Buya Hamka pernah menceritakan suatu masa ketika beliau berperjalanan naik kereta (mobil) bersama suatu orang kaya. Kereta terus berjalan hingga melewati daerah persawahan.

Lalu di tepi sawah, dan mereka pun berhenti di situ, mereka melihat seorang lelaki yang baru saja beristirahat setelah lama bekerja di sawah. Saat itu tiba istrinya dari kampung dengan membawa makanan. Ketika lelaki tersebut beristirahat dari mengerjakan sawah, istrinya menghidangkan kepadanya makanan yang tidaklah seberapa.

Hamka dan seorang yang kaya melihat dari kejauhan. Mereka melihat lelaki yang baru tadi bekerja berat di sawah, lelaki itu makan dengan begitu lezat sekali. Barangkali karena ia telah penat bekerja. Orang kaya yang bersama Hamka ini kemudian berkata kepada beliau, "Buya, saya orangnya ada mobil besar, saya ada gedung besar, tapi saya ga pernah makan seenak itu".

Berkatalah Buya Hamka, "Lihatlah, bagaimana Allah membahagi-bahagikan nikmat-Nya".

 ~ ~ ~

Tuan-Tuan Sahabat, semua orang sangka kalau ada orang punya rumah besar, ada makanan yang sedap, tentulah hidup dia bahagia dan tenang. Padahal belum tentu. 

Memang sudah tentulah kita akan berbahagia bila kita mempunyai rumah besar, kendaraan mewah, kita beriman, kita tenang, tentu itu adalah nikmat yang berlipat-lipat ganda. 

Tetapi kisah ini mungkin tunjukkan kita agar janganlah salah sangka dengan menganggap bahwa jika Allah tidak memberikan kurnia rezeki kepada seseorang hamba, berarti Allah tidak memberikan sakinah, ketenangan, dan kebahagiaan kepada dirinya.

Sebab sesungguhnya hakikat dari kebahagiaan disebut pula sakinah dan ketenangan itu adalah, "Bila jiwa manusia resah, dan Allah menurunkan sakinah, Allah menurunkan ketenangan, selepas dari kegelisahan tersebut, maka itulah sebenarnya kebahagiaan".

Selepas dari keadaan yang menakutkan, ataupun keadaan yang menyebabkan orang berkeluh kesah, Allah selalu turunkan kepadanya nikmat ketenangan. Sebab dalam Al-Quran Allah menjanjikan bahwa sesudah kesulitan ada kemudahan. فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا.

Lelaki yang beristirahat dari pekerjaannya mengolah sawah. Walaupun belum tentu ia mengeluh mengerjakan kesukaran hidupnya, tapi bekerja keras itu adalah termasuk dari keadaan yang berat bagi dirinya. Dan saat Allah kirimkan nikmat melalui makanan yang menunya tiada seberapa, maka lihatlah Tuan, sayapun pernah merasakan nikmatnya makan selepas melalui hal yang berat.

Tuan, kita tidak tahu apa itu lapang ketika kita tidak mengenal sempit, pun begitu sebaliknya.

Barakallahum

Kita Bukanlah Maryam atau Rasul

Tuan-Tuan Sahabat blogger yang saya cintai kerana Allah dan semoga Allah pula cinta kepada kita, izinlah saya untuk mengajak kita kembali bersyukur kepada-Nya, sebab hingga hari ini wajah kita terasa masih mulia di hadapan makhluk-makhluk-Nya. Belum ada sesiapapun orang yang meludahkan ke muka atau menabur pasir ke atas kepala kita sebab Allah masih berkenan untuk menutup aib kita.

Pada malam ini Allah yang Rahim telah tunjukkan kepada saya sebuah ayat yang sangat ajaib, yang saya yakin dapat menjadi pelipur lara bagi sesiapa yang tengah menyesal mengenangkan masa-masa yang telah berlalu dalam keadaan berbuat rugi. Segala pujilah hanya milik Allah Swt.

Tuan-Tuan Sahabat, di dunia ini amat ramai orang yang merasa dirinya berdosa sehingga gelisah hidupnya setidak-tidak sekali dalam seumur hidup. Saya juga adalah termasuk kepada golongan ini yang bahkan hingga hari ini kerap juga berbuat salah dan dosa. Kemudian Allah tunjukkan kepada saya 2 buah ayat dalam Al-Quran surat Al-Ahzab : 72-73 ;

33:72


33:73


(72) ~ Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh,

(73) ~ sehingga Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik, laki-laki dan perempuan; dan Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Tuan, seketika saat saya membaca perkataan Allah dalam ayat ini, kedua mata saya terhenti pada bagian "Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh," pada kemudian fikiran saya mengingat istilah yang digunakan bagi manusia adalah 'insan', yang ertinya tempatnya salah dan lupa'. Memang benarlah manusia ini makhluk Allah yang sangat berpotensi membuat salah dan dosa, selalu ada error dalam setiap trial, sehingga tidak aneh bila di awal ketika Allah mengumumkan kepada para malaikat akan mencipta makhluk baru bernama 'Adam', para malaikat bertanya dengan heran "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan mensucikan nama-Mu?" (Al-Baqarah : 30)

Maka dengan lapang hati saya menerimalah kenyataan ini. Hanya angan-angan yang akan tersisa bagi sesiapa yang bermimpi untuk hidup sebagai manusia sempurna, sebab amat cenderunglah insan dengan dosa. Putuslah asa saat tangan tiada berdaya memeluk gunung, sebab tangan tak sampai. Akan sampai hari saat dosa-dosa menjadi benihnya siksa di dunia dan akhirat sana.

Tapi Tuan, bukan tabiat yang baik buat berputus asa, dan bila membaca keterusan dari ayat ke-73. Setelah Allah Swt menyatakan akan menyiksa orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, akan menyiksa orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan, sesungguhnya "Allah akan menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang". Merenungkan hakikat ayat ini seolah-olah diri saya akan meneriakkan sumpah "Pujilah Dia sebanyak-banyaknya dan sembahlah Dia sekuat-kuatnya", sebab ada kelegaan dan kegembiraan yang sangat mengisi hati.

Tuan-Tuan Sahabat, Dialah Allah, yang Ghafur yang Rahim, yang telah memberikan islam sebagai tuntunan jalan bagi kita yang sangat zalim dan sangat bodoh ini untuk kembali kepada keampunan dan kasih sayang-Nya. Padahal betapa hinanyalah diri kita ini. Tetapi dalam islam tidak pernah diletakkan perantaraan antara manusia dengan Tuhan. Kapan-kapanpun, siapapun insan itu, dimanapun dia berada, bangsa apa dia, keturunan apa dia, siapa Mamak dan Bapaknya, siapa saja Datuk dan Neneknya, jika dia ingin berhubungan dengan Allah Swt, atau kembali kepada Allah, maka tiada apapun baginya penghalang.

Beritahu kepada hamba-hambaKu, katakanlah, 'wahai hamba-hamba Allah!', yang mana mereka itu kecewa terhadap diri mereka, dosa dia banyak, dia *frust (tertekan). Dia merasa ketika dia berjumpa dengan orang, maka orang akan berkata "Engkau, Tuhan tidak mengampun dosa orang seperti engkau ini". Berjumpa dengan orang lagi "Tuhan tidak mengampunkan engkau ini". Allah mengatakan 'Beritahu hamba-hambaku yang mereka telah kecewa dengan diri mereka, jangan mereka putus asa dengan rahmat Allah, jangan mereka kecewa dengan rahmat Allah, Allah mengampunkan segala dosa. Nabi berkata 'Siapa yang mengatakan 'kumpulkanlah orang ramai, jahanamlah perempuan ini, semua perbuatannya dosa, jahanamlah dia", Nabi berkata "Dialah orang yang paling binasa, sebab dia tidak memberikan nilai rahmat Allah kepada orang". (Disadur dari perkataan dalam ceramah Dr. Maza)

Tuan, untuk menutup tulisan ini, saya ingin kita ingatlah sebuah hadits, saat Nabi tercinta Saw bersabda "Siapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan tutup aib dirinya di dunia dan akhirat". Muslim yang dimaksud adalah juga dirinya sendiri, aib dirinya sendiri. Allah telah menyuruh kita untuk menutup aib kemudian mohon ampun dan memperbaiki diri kita dalam bila-bila masa saja, dalam setiap waktu yang masih tersedia. Allah tidak menyuruh kita untuk membuat pengakuan atas dosa-dosa, untuk menceritakan tentang segala keaiban. Tidak Tuan, Allah Menyuruh kita untuk menutup.

Tuan, Istighfar kepada Allah, minta ampun kepada Allah adalah jalan yang mulia yang Allah beri kepada kita yang sangat zalim dan sangat jahil. Seberapa macampun hinanya kita, buruknya kita, Allah yang Rahim dan Rahman tetap memasang perantara, tetapi kita boleh datang langsung ke hadapan Allah, mengetuk pintu taubat dengan bersungguh-sungguh.

Tuan, pintu keampunan Allah, Dia bukakan lebar-lebar. Dia bukakan lebar-lebar pada waktu malam untuk ampunkan hambanya yang berbuat dosa di waktu siang, wusi annahar. Dia bukakan lebar-lebar pada waktu siang untuk ampunkan hambanya yang berbuat dosa pada waktu malam, wusi allail. Kita hanya harus mengetuk Tuan, berupaya kembali memohon ampun.

Seluas-luas pintu di dalam ajaran islam ialah pintu taubat. Allah menyatakan wahai hambaKu, jika dosamu itu sampai ke langit, banyaknya daripada bumi sampai ke langit, kemudian engkau beristighfar, engkau mohon keampunan daripadaKu, Aku ampunkan engkau, Aku tidak peduli. HambaKu ini tahu dia ada Tuhan yang boleh ampunkan dosanya, dan boleh ambil tindakan terhadapnya. Aku ampunkan dosanya. 

Kemudian dia duduk beberapa lama, dia betul-betul taubat, bukan bermain-main. Macam mana dia boleh tergelincir lagi. Selepas tergelincir, Hadits Qudsi menyebutkan, hamba Allah ini berkata, "Ya Rabb, aku telah berbuat dosa lagi. Ampunlah daku. Allah berkata dalam hadits tersebut, "Hambaku tahu bahwa baginya ada Tuhan yang boleh mengampunkan dosa, dan boleh mengambil tindakan terhadap dosa. Selagi mana dia ikhlas, dia tak berniat untuk tipu, dia memang hendak bertaubat betul betul, dia tergelincir, Tuhan kata, sesungguhnya hambaku itu bukan apa, dia tahu baginya Tuhan yang mengampunkan dosa. ~~> di sadur dari perkataan Dr. Maza

Demikianlah Tuan, dan video ini menurut saya sangat berharga untuk kita tonton.

Lirik Nasyid Hijjaz ; Sebelum Mataku Terlena

Berikut adalah lirik nasyid yang terasa memberi kesan kepada hati . Terima kasih Hijjaz. Semoga Allah redha. Barakallahum

_________________________________________________________________________________

Sebelum mata terlena
Di buaian malam gelita
Tafakurku di pembaringan
Mengenangkan nasib diri

Yang kerdil lemah yang bersalut dosa
Mampukah ku mengharungi titian sirat nanti
Membawa dosa yang menggunung tinggi
Terkapai ku mencari limpahan hidayah Mu

Agar terlerai kesangsian hati ini
Sekadar air mata tak mampu membasuhi dosa ini

Sebelum mata terlena
Dengarlah rintihan hati ini
Tuhan beratnya dosa ku
Tak daya ku pikul sendiri

Hanyalah rahmat dan kasih sayang Mu
Yang dapat meringankan hulurkan maghfirah Mu
Andainya esok bukan milik ku lagi
Dan mata pun ku tak pasti akan terbuka lagi

Sebnelum berangkat ke daerah sana
Lepaskan beban ini
Yang mencengkam jiwa dan raga ku

Selimut diri ku
Dengan sutra kasih sayang Mu
Agar lena nanti ku mimpikan
Syurga yang indah abadi

Pabila ku terjaga
Dapat lagi ku rasai
Betapa harumnya
Wangian syurga firdausi oh Ilahi

Disepertiga malam
Sujud ku menghambakan diri
Akan ku teruskan pengabdian ku pada Mu.

Ketika Kisah Hidupmu Berakhir

Tulisan ini adalah dari Syekh Ali Tanthawi min Mesir, diterjemahkan oleh Ust Ainul Harits.
Demikianlah bunyinya ;

"Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu. Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu, dan mengkafanimu, lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.

akan banyak orang yang mengantarkan jenazahmu. Bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu. Dan mungkin banyak yang sudah tidak lagi memikirkan nasihatmu pada suatu hari. Barang-barangmu akan dikemas, kunci-kuncimu, buku-bukumu, koper, sepatu, dan pakaianmu. Jika keluargamu setuju, barang-barang itu akan disedekahkan agar bermanfaat untukmu.

Yakinlah, dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dengan kepergianmu. Ekonomi akan terus berlangsung, posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain. Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yang dihisab dan diperhitungkan dari yang kecil hingga yang besar dari hartamu.

Kesedihan atasmu ada tiga, orang yang mengenalmu sekilas akan mengatakan kasihan. Teman-temanmu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari, lalu mereka akan kembali seperti sedia akal dan tertawa-tawa bersama. Di rumah ada kesedihan yang mendalam. Keluargamu akan bersedih seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan, atau bahkan hingga setahun. Selanjutnya mereka akan meletakkanmu di dalam arsip kenangan. Demikianlah kisahmu hidupmu telah berakhir di tengah-tengah manusia.

Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, yaitu akhirat. Telah musnah segala kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak. Telah engkau tinggalkan rumah, istanamu dan istri tercinta. Kini kisah hidup yang sesungguhnya telah dimulai. Pertanyaannya adalah apa persiapanmu untuk kuburmu dan akhiratmu?

Hakikat ini memerlukan perenungan yang mendalam. Usahakanlah dengan sungguh-sungguh menjalankan kewajiban, hal-hal yang disunnahkan, sedekah rahasia, merahasiakan amal shalih, dan shalat malam. Semoga saja engkau selamat.

Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini, insyaAllah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari kiamat. "Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin."

Fatabarakallahu ahsanul khalikin.

Sebenarnya Manusia Punya Banyak potensi Luar Biasa

Allah menjadikan manusia sebagai ciptaan yang unik. Allah telah merahmati manusia dengan karakteristik dan fitur yang baik sehingga manusia melampaui ciptaan lainnya.