Gurindam 12 Raja Ali Haji

INILAH GURINDAM DUA BELAS NAMANYA

Segala puji bagi Tuhan seru sekalian alam serta shalawatnya Nabi yang
akhirul jaman serta keluarganya dan sahabatnya sekalian adanya.
Amma ba’du daripada itu maka tatkala sampailah Hijratun Nabi 1263 Sanah
kepada dua puluh tiga hari bulan Rajab hari Selasa mana (…..) telah
ta’ali kepada kita yaitu Raja Ali Haji mengarang satu gurindam cara Melayu
yaitu yang boleh juga jadi diambil faedah sedikit-sedikit daripada
perkataannya itu pada orang yang ada menaruh akal maka adalah banyaknya
gurindam itu hanya duabelas pasal di dalamnya.

Hikmah Setelah Hujan Ini

Dedaunan menjulang pagi hari ini, kemudian mereka bergoyang-goyang saat angin pagi menerapas mereka. Memang di subuh tadi langit sangat cerah, namun saat matahari akan terbit, awan-awan hitam bergulung-gulung datang dan mencegah sinarnya untuk sampai ke bumi dengan maksimal. "Awan-Awan hitam pagi ini akan menjalankan tugasnya", begitu kata angin kepada dedaunan yang semakin bergoyang-goyang, mungkin mereka senang karena hujan yang segar akan melanda mereka pagi ini.

Dan benarlah perkataan angin-angin kepada dedaunan tadi, selang beberapa menit air yang bertitik-titik merembes dari langit, tempat para awan bergelayutan. Suasana terasa agak menyeramkan karena sinar mentari pagi yang cerah dicekam oleh awan-awan hitam bergulung-gulung di langit yang datang dengan tiba-tiba. Namun suasana penuh kesegaran itu sebenarnya menyenangkan bagi dedaunan. Karena ia dapat melihat tanah-tanah yang kering dibasahi air yang melimpah. rumput-rumput dan pepohonan kecil yang kehausan sejak semalam ia lihat dengan matanya telah menjadi segar. begitupun debu-debu yang menempel di batu-batu dan termasuk di dedaunan itu sendiri, seluruh debu itu luruh dan terbawa aliran air kembali ke tanah. Hujan adalah suasana yang ia cintai.

Dengan Menulis Kita Memulai



Kenyataan pentingnya menulis sebagai keharusan kemampuan bagi pemuda yang menapaki jenjang intelekual tidak dapat dielakkan. Jenjang demi jenjang telah dilalui, ketika dahulu kita memulai dengan jenjang menyimak, berlanjut pada jenjang berbicara, kemudian membaca, dan akhirnya jenjang menulis, yang tidak semua orang dapat menaiki jenjang ini dengan baik. Inilah yang harus menjadi salah satu bukti keintelektualitasan pemuda di era ini.

Senandung Lagu Kanak-kanak Ibu


Telah lama penulis tiada menyentuh blog yang dulu disayanginya dan bersyukur hingga kini ia tiada lupa akan blognya berikut password dan elemen lain.

Nah, siang ini sepupu penulis yang masih bayi hadir di rumah, Khalisa namanya. Seperti biasa Ibu menjaga si Khalisa yang saat ini sudah mulai belajar merayap (semi merangkak). Kira-kira umurnya sekarang adalah 6 bulan.Ibu menjaga Khalisa, itu adalah biasa. Namun kali ini Ibu sambil bersenandung.


Senandung ibu adalah lagu yang populer dimasa kanak-kanaknya. Sungguh penulis tersentuh hatinya saat mendengar lirik penulis anggap bernasehat emas. Beginilah kira-kira lirik lagu itu.