Tidak semua orang sanggup menanggung beban curhat. Salah sedikit,
tidak amanah sedikit, sejengkal atau sedepa, lepas lah aib kemana-mana,
menjadi fitnah dan membuat malu diri sendiri,
Batu yang telah dilempar, bagaimana tangan hendak balik menangkap?
Jangan sembarang curhat, sebelum ke Allah dulu. Tunduk sujud kepadaNya,
sambil membaca QS 2 : 153.
"Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah
pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat, Allah bersama
orang-orang yang sabar."
Mungkin nnti Allah akan kirimkan orang yang punya ilmu tentang masalah kita.
Kata Aa' Gym, orang yang bersikap benar, dia bukan menangisi masalah
yang menimpa, tetapi dia menangisi dosa-dosa. Karena yakinnya dia bahwa
Allah Maha Mengatur Segala.
0
komentar:
Jazakallahu
Pantang Seorang Budiman Melawan Suara Keyakinannya
Rabu, Juni 24, 2015
Yusuf Basayev
0 Comments
Sebuah Petikan Tulisan Buya Hamka dalam Karyanya, 'Lembaga Hidup'
Menghargai diri ialah membela dan menyatakan kebenaran, berfikir menurut keyakinan sendiri, dan berkata menurut apa yang dipercayai benarnya.
Kadang-kadang timbul beberapa sebab yang memaksa seseorang terhalang mengatakan apa yang diyakininya, atau mengatakan apa yang diketahuinya. Padahal dia tahu bahwa duduk perkara bukanlah sebagaimana yang kelihatan,
0
komentar:
Jazakallahu
Lirik Nasyid Hijjaz : Munajat Seorang Hamba
Minggu, Juni 07, 2015
Yusuf Basayev
0 Comments
Memang betul, apabila Tuan hendak berkata saya cenderung kepada Grup Nasyid Hijjaz, sebab grup ini membawa pesan kepada hati melalui liriknya. Ini lirik selanjutnya yang hendak saya share dengan Tuan-Tuan, semoga bermanfaat.
0
komentar:
Jazakallahu
Kisah Buya Hamka bersama Seorang Kaya
Sabtu, Juni 06, 2015
Yusuf Basayev
0 Comments
Dalam sebuah lembaran kisah hidupnya, Buya Hamka pernah menceritakan suatu masa ketika beliau berperjalanan naik kereta (mobil) bersama suatu orang kaya. Kereta terus berjalan hingga melewati daerah persawahan.
Lalu di tepi sawah, dan mereka pun berhenti di situ, mereka melihat seorang lelaki yang baru saja beristirahat setelah lama bekerja di sawah. Saat itu tiba istrinya dari kampung dengan membawa makanan. Ketika lelaki tersebut beristirahat dari mengerjakan sawah, istrinya menghidangkan kepadanya makanan yang tidaklah seberapa.
Hamka dan seorang yang kaya melihat dari kejauhan. Mereka melihat lelaki yang baru tadi bekerja berat di sawah, lelaki itu makan dengan begitu lezat sekali. Barangkali karena ia telah penat bekerja. Orang kaya yang bersama Hamka ini kemudian berkata kepada beliau, "Buya, saya orangnya ada mobil besar, saya ada gedung besar, tapi saya ga pernah makan seenak itu".
Berkatalah Buya Hamka, "Lihatlah, bagaimana Allah membahagi-bahagikan nikmat-Nya".
~ ~ ~
Tuan-Tuan Sahabat, semua orang sangka kalau ada orang punya rumah besar, ada makanan yang sedap, tentulah hidup dia bahagia dan tenang. Padahal belum tentu.
Memang sudah tentulah kita akan berbahagia bila kita mempunyai rumah besar, kendaraan mewah, kita beriman, kita tenang, tentu itu adalah nikmat yang berlipat-lipat ganda.
Tetapi kisah ini mungkin tunjukkan kita agar janganlah salah sangka dengan menganggap bahwa jika Allah tidak memberikan kurnia rezeki kepada seseorang hamba, berarti Allah tidak memberikan sakinah, ketenangan, dan kebahagiaan kepada dirinya.
Sebab sesungguhnya hakikat dari kebahagiaan disebut pula sakinah dan ketenangan itu adalah, "Bila jiwa manusia resah, dan Allah menurunkan sakinah, Allah menurunkan ketenangan, selepas dari kegelisahan tersebut, maka itulah sebenarnya kebahagiaan".
Selepas dari keadaan yang menakutkan, ataupun keadaan yang menyebabkan orang berkeluh kesah, Allah selalu turunkan kepadanya nikmat ketenangan. Sebab dalam Al-Quran Allah menjanjikan bahwa sesudah kesulitan ada kemudahan. فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا.
Lelaki yang beristirahat dari pekerjaannya mengolah sawah. Walaupun belum tentu ia mengeluh mengerjakan kesukaran hidupnya, tapi bekerja keras itu adalah termasuk dari keadaan yang berat bagi dirinya. Dan saat Allah kirimkan nikmat melalui makanan yang menunya tiada seberapa, maka lihatlah Tuan, sayapun pernah merasakan nikmatnya makan selepas melalui hal yang berat.
Tuan, kita tidak tahu apa itu lapang ketika kita tidak mengenal sempit, pun begitu sebaliknya.
Barakallahum
0
komentar:
Jazakallahu
Kita Bukanlah Maryam atau Rasul
Jumat, Juni 05, 2015
Yusuf Basayev
0 Comments
Tuan-Tuan Sahabat blogger yang saya cintai kerana Allah dan semoga Allah pula cinta kepada kita, izinlah saya untuk mengajak kita kembali bersyukur kepada-Nya, sebab hingga hari ini wajah kita terasa masih mulia di hadapan makhluk-makhluk-Nya. Belum ada sesiapapun orang yang meludahkan ke muka atau menabur pasir ke atas kepala kita sebab Allah masih berkenan untuk menutup aib kita.
Pada malam ini Allah yang Rahim telah tunjukkan kepada saya sebuah ayat yang sangat ajaib, yang saya yakin dapat menjadi pelipur lara bagi sesiapa yang tengah menyesal mengenangkan masa-masa yang telah berlalu dalam keadaan berbuat rugi. Segala pujilah hanya milik Allah Swt.
Tuan-Tuan Sahabat, di dunia ini amat ramai orang yang merasa dirinya berdosa sehingga gelisah hidupnya setidak-tidak sekali dalam seumur hidup. Saya juga adalah termasuk kepada golongan ini yang bahkan hingga hari ini kerap juga berbuat salah dan dosa. Kemudian Allah tunjukkan kepada saya 2 buah ayat dalam Al-Quran surat Al-Ahzab : 72-73 ;
(72) ~ Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh,
(73) ~ sehingga Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik, laki-laki dan perempuan; dan Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Tuan, seketika saat saya membaca perkataan Allah dalam ayat ini, kedua mata saya terhenti pada bagian "Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh," pada kemudian fikiran saya mengingat istilah yang digunakan bagi manusia adalah 'insan', yang ertinya tempatnya salah dan lupa'. Memang benarlah manusia ini makhluk Allah yang sangat berpotensi membuat salah dan dosa, selalu ada error dalam setiap trial, sehingga tidak aneh bila di awal ketika Allah mengumumkan kepada para malaikat akan mencipta makhluk baru bernama 'Adam', para malaikat bertanya dengan heran "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan mensucikan nama-Mu?" (Al-Baqarah : 30)
Maka dengan lapang hati saya menerimalah kenyataan ini. Hanya angan-angan yang akan tersisa bagi sesiapa yang bermimpi untuk hidup sebagai manusia sempurna, sebab amat cenderunglah insan dengan dosa. Putuslah asa saat tangan tiada berdaya memeluk gunung, sebab tangan tak sampai. Akan sampai hari saat dosa-dosa menjadi benihnya siksa di dunia dan akhirat sana.
Tapi Tuan, bukan tabiat yang baik buat berputus asa, dan bila membaca keterusan dari ayat ke-73. Setelah Allah Swt menyatakan akan menyiksa orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, akan menyiksa orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan, sesungguhnya "Allah akan menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang". Merenungkan hakikat ayat ini seolah-olah diri saya akan meneriakkan sumpah "Pujilah Dia sebanyak-banyaknya dan sembahlah Dia sekuat-kuatnya", sebab ada kelegaandan kegembiraan yang sangat mengisi hati.
Tuan-Tuan Sahabat, Dialah Allah, yang Ghafur yang Rahim, yang telah memberikan islam sebagai tuntunan jalan bagi kita yang sangat zalim dan sangat bodoh ini untuk kembali kepada keampunan dan kasih sayang-Nya. Padahal betapa hinanyalah diri kita ini. Tetapi dalam islam tidak pernah diletakkan perantaraan antara manusia dengan Tuhan. Kapan-kapanpun, siapapun insan itu, dimanapun dia berada, bangsa apa dia, keturunan apa dia, siapa Mamak dan Bapaknya, siapa saja Datuk dan Neneknya, jika dia ingin berhubungan dengan Allah Swt, atau kembali kepada Allah, maka tiada apapun baginya penghalang.
Beritahu kepada hamba-hambaKu, katakanlah, 'wahai hamba-hamba Allah!', yang mana mereka itu kecewa terhadap diri mereka, dosa dia banyak, dia *frust (tertekan). Dia merasa ketika dia berjumpa dengan orang, maka orang akan berkata "Engkau, Tuhan tidak mengampun dosa orang seperti engkau ini". Berjumpa dengan orang lagi "Tuhan tidak mengampunkan engkau ini". Allah mengatakan 'Beritahu hamba-hambaku yang mereka telah kecewa dengan diri mereka, jangan mereka putus asa dengan rahmat Allah, jangan mereka kecewa dengan rahmat Allah, Allah mengampunkan segala dosa. Nabi berkata 'Siapa yang mengatakan 'kumpulkanlah orang ramai, jahanamlah perempuan ini, semua perbuatannya dosa, jahanamlah dia", Nabi berkata "Dialah orang yang paling binasa, sebab dia tidak memberikan nilai rahmat Allah kepada orang". (Disadur dari perkataan dalam ceramah Dr. Maza)
Tuan, untuk menutup tulisan ini, saya ingin kita ingatlah sebuah hadits, saat Nabi tercinta Saw bersabda "Siapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan tutup aib dirinya di dunia dan akhirat". Muslim yang dimaksud adalah juga dirinya sendiri, aib dirinya sendiri. Allah telah menyuruh kita untuk menutup aib kemudian mohon ampun dan memperbaiki diri kita dalam bila-bila masa saja, dalam setiap waktu yang masih tersedia. Allah tidak menyuruh kita untuk membuat pengakuan atas dosa-dosa, untuk menceritakan tentang segala keaiban. Tidak Tuan, Allah Menyuruh kita untuk menutup.
Tuan, Istighfar kepada Allah, minta ampun kepada Allah adalah jalan yang mulia yang Allah beri kepada kita yang sangat zalim dan sangat jahil. Seberapa macampun hinanya kita, buruknya kita, Allah yang Rahim dan Rahman tetap memasang perantara, tetapi kita boleh datang langsung ke hadapan Allah, mengetuk pintu taubat dengan bersungguh-sungguh.
Tuan, pintu keampunan Allah, Dia bukakan lebar-lebar. Dia bukakan lebar-lebar pada waktu malam untuk ampunkan hambanya yang berbuat dosa di waktu siang, wusi annahar. Dia bukakan lebar-lebar pada waktu siang untuk ampunkan hambanya yang berbuat dosa pada waktu malam, wusi allail. Kita hanya harus mengetuk Tuan, berupaya kembali memohon ampun.
Seluas-luas pintu di dalam ajaran islam ialah pintu taubat. Allah menyatakan wahai hambaKu, jika dosamu itu sampai ke langit, banyaknya daripada bumi sampai ke langit, kemudian engkau beristighfar, engkau mohon keampunan daripadaKu, Aku ampunkan engkau, Aku tidak peduli. HambaKu ini tahu dia ada Tuhan yang boleh ampunkan dosanya, dan boleh ambil tindakan terhadapnya. Aku ampunkan dosanya.
Kemudian dia duduk beberapa lama, dia betul-betul taubat, bukan bermain-main. Macam mana dia boleh tergelincir lagi. Selepas tergelincir, Hadits Qudsi menyebutkan, hamba Allah ini berkata, "Ya Rabb, aku telah berbuat dosa lagi. Ampunlah daku. Allah berkata dalam hadits tersebut, "Hambaku tahu bahwa baginya ada Tuhan yang boleh mengampunkan dosa, dan boleh mengambil tindakan terhadap dosa. Selagi mana dia ikhlas, dia tak berniat untuk tipu, dia memang hendak bertaubat betul betul, dia tergelincir, Tuhan kata, sesungguhnya hambaku itu bukan apa, dia tahu baginya Tuhan yang mengampunkan dosa. ~~> di sadur dari perkataan Dr. Maza
Demikianlah Tuan, dan video ini menurut saya sangat berharga untuk kita tonton.
0
komentar:
Jazakallahu
7 Ciri - Ciri Wanita yang Sudah Tidak Perawan
Selasa, Juni 02, 2015
Yusuf Basayev
0 Comments
7 CIRI-CIRI WANITA YANG SUDAH TIDAK PERAWAN
1. DI LIHAT DARI CARA BERJALANNYA
Wanita yang sudah tidak perawan akan terlihat kalau dia sudah
tidak perawan lagi saat wanita itu berjalan sambil
menggendong anaknya apalagi menggendong (maaf) sambil
menyusui, itu sudah jelas kalau wanita itu SUDAH TIDAK
PERAWAN LAGI.
2. SELALU MENGHINDAR SAAT ADA COWOK YG MENAKSIR
Bisa di bedakan mana yang perawan, mana yang tidak
perawan. Seorang wanita akan terlihat sudah tidak perawan lagi
saat kita para cowok menyatakan cinta pada seorang
wanita, tapi suaminya datang sambil bawa golok dan marah-
marah sama itu cowok. Itu sudah di pastikan kalau wanita itu
SUDAH TIDAK PERAWAN LAGI..!!!! INGAT.. JANGAN CARI
PERKARA......
3. DI LIHAT DARI BENTUK TUBUHNYA
Bentuk tubuh seorang wanita juga bisa menentukan kalau di
masih perawan atau tidak. Jika perutnya terlihat
mendadak buncit dalam beberapa bulan dan Badannya bertambah melar, itusudah jelas sekali bisa dipastikan kalau wanita itu sudah
tidak perawan lagi.
4. DI LIHAT DARI LEHERNYA
kalau yang satu ini, kita harus teliti memperhatikan leher wanita
sebelum di jadikan istri. Siapa tau wanita itu sudah tidak perawan lagi. jika terdapat tonjolan pada leher bagian depan wanita
itu, berarti wanita itu tidak perawan karna bisa di
pastikan dia bukan PERAWAN tapi PERJAKA
6. DI LIHAT DARI DADANYA
Dada seorang wanita sangat menentukan kalau dia masih
perawan atau tidak. Dan di butuhkan nyali besar untuk
melakukannya.
Jika dada kita pegang rata dan terasa agak keras juga
berbulu. itu tandanya dia juga buka perawan tapi PERJAKA...
7. DI LIHAT DARI NAMANYA.
Kalau ada seorang wanita yang bernama Gadis, maka cepat
nikahi wanita itu. Rugi banget kalau sampe di duluin orang. Kan
enak tuh kalau kita nanti sudah tua, istri kita nanti tetap GADIS.
Sobat Cowok Jangan sekali2 menikahi seorang Wanita yang
Bernama BAMBANG .. UCOK .. Atau SLAMET ... pasti tidak
Perawan ...
Sekian 7 tanda wanita yang sudah tidak perawan sesuai wawasan penulis, lebih dan kurang mohon dimaklumi.
0 komentar:
Jazakallahu