Hadits Tentang Memakai Cincin Bagi Pria














Update Hadits Rasulullah Saw, dari kitab Shahih Muslim.

Hadits pertama, Nomor Hadits 1376.

Diriwayatkan dari Anas r.a. bahwa Nabi Saw ingin berkirim surat kepada Kisra (Raja Persia), Kaisar Romawi, dan Raja Najasyi. Beliau diberitahu bahwa raja-raja tersebut tidak mau menerima surat kecuali dengan stempel cincin. Maka Rasulullah Saw membuat cincin yang lingkarannya terbentuk dari perak dengan bertuliskan "Muhammad Rasulullah".

HR. Muslim


Hadits kedua, Nomor Hadits 1377.

Diriwayatkan dari anas bin Malik r.a. bahwa Rasulullah Saw pernah memakai cincin perak di jari tangan kanan beliau, dengan mata akik Habasyah. Dan beliau memakainya dengan meletakkan mata cincin di bagian dalam jari pada telapak tangan.

HR. Muslim


Hadits ketiga, Nomor Hadits 1379.

Diriwayatkan dari Ali r.a. dia berkata, Rasulullah Saw melarangku bercincin di jari ini atau ini". Ali sambil menunjuk jari tengah dan jari sebelahnya (yakni telunjuk).

HR. Muslim

Syaikh Dr. Abu Bakr Al 'Awawidah tentang Peradaban Islam yang silih berganti dipimpin dari bangsa satu ke bangsa yang lain

Suatu saat kami duduk di Masjid Jogokariyan, di hadirat Syaikh Dr. Abu Bakr Al 'Awawidah, Wakil Ketua Rabithah 'Ulama Palestina. Kami katakan pada beliau, "Ya Syaikh, berbagai telaah menyatakan bahwa persoalan Palestina ini takkan selesai sampai bangsa 'Arab bersatu. Bagaimana pendapat Anda?"

Beliau tersenyum. "Tidak begitu ya Ukhayya", ujarnya lembut. "Sesungguhnya Allah memilih untuk menjayakan agamanya ini sesiapa yang dipilihNya di antara hambaNya; Dia genapkan untuk mereka syarat-syaratnya, lalu Dia muliakan mereka dengan agama & kejayaan itu."

Adnan Menderes, Sang Pejuang Khilafah Sejati

Adnan Menderes; Al-Fatih Modern
(Sang Garis Pemisah Pejuang Khilafah Sejati dan Pejuang Ilusi)

By: Nandang Burhanudin
***

Sikap Kami Terhadap Nasionalisme

Bagi kami, berbagai isme yang kini merajalela, yang telah mencentang perenangkan hati dan mengacaubalaukan pikiran, haruslah dilihat dengan prespektif dakwah kami. Apa yang sesuai dengan dakwah kami pasti akan kami setujui pula. Dan kami akan membersihkan diri dari seraua yang bertentangan dengannya. Kami percaya bahwa dakwah kami bersifat universal dan intergral. Tidak ada sisi baik yang ada pada sebuah isme (isme apapun), melainkan ia pasti ada juga pada dakwah kami, dan kami menyeru kepadanya.